(1) Kompleksitas
Kompleksitas masalah kualitas konstruksi dalam proyek rekayasa struktur baja terutama tercermin dalam banyaknya faktor yang menyebabkan masalah kualitas, dan alasan masalah kualitas juga kompleks. Bahkan untuk masalah kualitas yang sifatnya sama, alasannya terkadang berbeda, yang meningkatkan kompleksitas analisis, penilaian, dan penanganan masalah kualitas. Misalnya, retakan las dapat terjadi pada logam las dan logam dasar yang terkena panas, baik di permukaan maupun di dalam las; Arah retakan dapat sejajar atau tegak lurus dengan manik las, dan retakan dapat berupa retakan dingin atau retakan panas; Ada juga alasan untuk ini, termasuk pemilihan bahan las yang tidak tepat dan pemanasan awal atau pemanasan akhir yang tidak tepat selama pengelasan.
(2) Tingkat keparahan
Tingkat keparahan permasalahan mutu konstruksi pada proyek rekayasa struktur baja tercermin dalam: secara umum, hal tersebut berdampak pada kelancaran kemajuan konstruksi, menyebabkan keterlambatan masa konstruksi, peningkatan biaya, dan yang paling serius, keruntuhan bangunan, menimbulkan cedera diri, kerusakan harta benda, dan menimbulkan dampak sosial yang merugikan.
(3) Variabilitas
Masalah kualitas konstruksi rekayasa struktur baja akan terus berkembang dan berubah seiring dengan perubahan eksternal dan perpanjangan waktu, dan cacat kualitas akan muncul secara bertahap. Misalnya, lapisan las komponen baja dapat retak karena perubahan tegangan, yang mengakibatkan retakan pada las yang sebelumnya tidak retak. Retakan yang tertunda dapat terjadi karena aktivitas hidrogen dalam lapisan las setelah pengelasan. Jika komponen mengalami kelebihan beban dalam waktu lama, komponen baja akan mengalami deformasi tekukan pada lengkungan bawah, sehingga menimbulkan bahaya tersembunyi.
(4) Sering terjadi
Karena bangunan modern di negara kita sebagian besar terbuat dari struktur beton, manajemen dan personel teknis yang terlibat dalam konstruksi relatif kurang memahami teknologi produksi dan konstruksi struktur baja. Personel konstruksi tertentu, terutama pekerja migran, tidak memahami metode konstruksi ilmiah rekayasa struktur baja, yang mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan selama proses konstruksi.